Skip to content

Wajib Baca untuk Operator E-commerce: Panduan Kebijakan Logistik Lintas Batas Lazada dan Pengiriman Kepatuhan untuk Penjual Multi-toko

Lazada memiliki aturan ketat mengenai ketepatan waktu logistik dan pelacakan paket. Penjual multi-toko perlu memberikan perhatian khusus pada kepatuhan proses pengiriman. Artikel ini dimulai dari masalah operasional umum, merangkum poin-poin inti kebijakan logistik, daftar periksa harian, dan alur penanganan, serta merekomendasikan SpeedSell untuk membantu mengelola pesanan dan logistik secara terpusat.

Pendahuluan

Lazada, sebagai platform e-commerce terkemuka di Asia Tenggara, memiliki standar penilaian yang jelas terhadap kinerja logistik penjual. Baik pengiriman langsung lintas batas maupun penggunaan gudang luar negeri, ketepatan waktu pengiriman, unggahan nomor pelacakan, dan tingkat keberhasilan pengiriman paket secara langsung memengaruhi skor kinerja toko dan pengalaman pembeli. Bagi penjual yang mengoperasikan banyak toko sekaligus, tantangan kepatuhan logistik lebih besar: situs yang berbeda, saluran logistik yang berbeda, batas waktu pengiriman yang berbeda, sedikit kelalaian dapat menyebabkan tingkat keterlambatan atau pembatalan melebihi batas, mengakibatkan pengurangan poin atau bahkan pembatasan lalu lintas.

Artikel ini akan dimulai dari skenario operasional e-commerce lintas batas yang sebenarnya, merangkum secara sistematis poin-poin kebijakan logistik lintas batas Lazada, dan menyediakan panduan operasi kepatuhan pengiriman yang berlaku untuk manajemen multi-toko, membantu penjual mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi.

Masalah Operasional Umum

Dalam operasi sebenarnya, penjual multi-toko sering menghadapi masalah terkait logistik berikut:

  • Kebingungan batas waktu pengiriman: Setiap situs (Malaysia, Thailand, Indonesia, dll.) memiliki persyaratan waktu penanganan (Handling Time) yang berbeda. Lupa beralih menyebabkan keterlambatan.
  • Manajemen nomor pelacakan kacau: Banyak toko menggunakan penyedia logistik yang berbeda, unggahan nomor pelacakan terlewat atau salah, memicu peringatan platform.
  • Tingkat keterlambatan tidak terkendali: Saat volume pesanan besar, proses pengiriman tidak ditangani tepat waktu, menyebabkan tingkat keterlambatan melebihi batas merah platform (biasanya ≤5%).
  • Kesulitan memilih saluran logistik: Barang mana yang cocok untuk SLS, mana yang perlu menggunakan LGS, kurangnya aturan yang seragam, meningkatkan kemungkinan kesalahan.
  • Data kinerja logistik multi-toko tersebar: Tidak dapat dengan cepat melihat skor logistik di backend setiap toko, sulit untuk melakukan intervensi tepat waktu terhadap anomali.

Jika masalah di atas tidak diselesaikan secara sistematis, tidak hanya akan memengaruhi skor toko, tetapi juga dapat langsung menyebabkan pembekuan akun atau pembatasan hak jual.

Prosedur Penanganan Khusus

Sesuai dengan kebijakan logistik Lazada, disarankan bagi penjual multi-toko untuk mengikuti prosedur berikut:

1. Memahami Indikator Inti Kebijakan Logistik Platform

Lazada terutama memantau kinerja logistik penjual melalui indikator berikut:

  • Tingkat Pengiriman Tepat Waktu (On-Time Shipping Rate): Persentase pesanan yang dikirim dan dipindai dalam waktu penanganan yang ditetapkan. Platform biasanya mensyaratkan setidaknya 95%.
  • Tingkat Pembatalan Pesanan (Order Cancellation Rate): Pembatalan karena alasan penjual (misalnya kehabisan stok, tidak dapat dikirim). Harus dijaga di bawah 2,5%.
  • Ketepatan Waktu Unggah Nomor Pelacakan: Setelah pesanan dibuat, nomor pelacakan yang valid harus diunggah dalam waktu yang ditentukan (misalnya 48 jam).
  • Tingkat Keberhasilan Pengiriman Paket: Pastikan paket tiba di tangan pembeli dalam waktu yang dijanjikan, hindari ulasan negatif logistik.

2. Mengatur Waktu Penanganan yang Wajar

Sesuai dengan situasi stok aktual toko, atur hari penanganan (Handling Time) untuk setiap produk di backend Lazada. Untuk barang stok, disarankan 1-2 hari; barang pre-order dapat diperpanjang sesuai siklus pembelian, tetapi harus dicantumkan dalam deskripsi. Penjual multi-toko harus memperhatikan perbedaan default waktu penanganan di berbagai situs, dapat dikonfigurasi secara seragam di ERP.

3. Standarisasi Pengiriman dan Unggah Nomor Pelacakan

  • Saat menggunakan logistik rekomendasi Lazada (seperti LGS, FBL), sistem akan secara otomatis menghasilkan nomor pelacakan; saat menghubungi penyedia logistik sendiri, pastikan untuk mengunggah nomor pelacakan yang benar secara manual.
  • Pastikan nomor pelacakan dipindai dalam waktu yang diminta platform, jika tidak dianggap terlambat.
  • Untuk skenario multi-toko, disarankan untuk mengelola pesanan secara terpusat melalui ERP e-commerce, secara otomatis mendapatkan nomor logistik dan mengirimkannya kembali ke platform secara batch.

4. Memantau Kinerja Logistik dan Memberikan Peringatan Dini

  • Periksa setiap minggu indikator seperti tingkat pengiriman tepat waktu dan tingkat pembatalan setiap toko, temukan anomali tepat waktu.
  • Atur peringatan stok: saat stok tidak mencukupi, hapus listing produk terlebih dahulu atau sesuaikan waktu penanganan, hindari pembatalan karena kehabisan stok.
  • Analisis penyebab pesanan terlambat: apakah karena gudang lupa kirim, penundaan penjemputan oleh penyedia logistik, atau masalah integrasi sistem? Lakukan perbaikan yang ditargetkan.

Daftar Periksa

Berikut adalah daftar periksa logistik harian yang dapat dimasukkan oleh penjual multi-toko ke dalam SOP operasi harian:

Item PemeriksaanPentingnyaMetode PemeriksaanFrekuensi
Apakah pesanan yang belum dikirim masih dalam waktu penangananTinggiLogin ke backend setiap toko, lihat daftar "Menunggu Pengiriman", tandai pesanan yang akan segera melebihi batasDua kali sehari (pagi dan sore)
Apakah semua nomor pelacakan sudah diunggah dan validTinggiGunakan ERP untuk memindai pesanan "Sudah Dikirim Belum Unggah Nomor Pelacakan", unggah manualSetiap sore
Status pemindaian penjemputan penyedia logistikSedangPeriksa apakah pesanan yang sudah dikirim memiliki jejak logistik pertama dalam 24 jamSetiap hari sekali
Ketersediaan stokTinggiPerhatikan stok produk laris, saat di bawah stok aman segera isi ulang atau hapus listingSetiap hari sekali
Retur dan sengketa logistikSedangLihat notifikasi sengketa logistik platform, tangani tepat waktuSetiap hari sekali
Skor kinerja logistik tokoTinggiLihat bagian "Kinerja" di Lazada Seller Center, catat tren perubahan indikator logistikSetiap minggu sekali

1. Bagaimana cara mengelola pesanan dan logistik secara terpusat untuk banyak toko?

Menggunakan ERP e-commerce atau alat manajemen multi-toko (seperti SpeedSell) dapat mengikat semua toko Lazada secara terpusat, melihat semua pesanan dalam satu antarmuka, memproses pengiriman dan unggah nomor pelacakan secara batch.

2. Apa saja yang perlu diperiksa dalam logistik setiap hari operasional?

Setidaknya periksa sisa waktu pesanan yang belum dikirim, status unggah nomor pelacakan, status penjemputan penyedia logistik, peringatan stok. Lihat daftar periksa harian dalam artikel.

3. Bagaimana cara mengurangi risiko pesanan terlewat?

Atur notifikasi pesan ERP, kirim pemberitahuan saat ada pesanan yang belum dikirim akan segera melebihi batas; juga lakukan pemeriksaan rutin setiap hari, verifikasi status pesanan.

4. Terlalu banyak pesan layanan pelanggan, bagaimana cara meningkatkan efisiensi balasan terkait logistik?

Gunakan alat layanan pelanggan multi-toko, atur template balasan cepat untuk masalah logistik umum, seperti 'Pesanan telah dikirim, nomor pelacakan XXX, perkiraan tiba dalam X hari'.

5. Apa persyaratan spesifik Lazada mengenai ketepatan waktu pengiriman?

Persyaratan setiap situs sedikit berbeda, umumnya waktu penanganan adalah 1-3 hari kerja, harus menyelesaikan pengiriman dan pemindaian dalam waktu yang dijanjikan. Keterlambatan akan dihitung dalam tingkat keterlambatan.

6. Jika tingkat keterlambatan suatu toko melebihi batas, apa konsekuensinya?

Platform dapat mengurangi visibilitas toko, membatasi partisipasi dalam acara, dan dalam kasus parah, menangguhkan hak jual. Oleh karena itu, intervensi tepat waktu diperlukan.

7. Bagaimana cara memilih saluran logistik yang paling sesuai?

Bandingkan berdasarkan kategori produk, berat, dan negara tujuan. LGS cocok untuk barang standar, FBL untuk stok gudang luar negeri, SLS untuk barang kecil ringan. Penjual multi-toko dapat melakukan pengujian sebelum memilih secara massal.

8. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan gudang luar negeri untuk pengiriman?

Pastikan stok gudang luar negeri akurat, perbarui status pengiriman tepat waktu, dan pilih penyedia logistik yang diakui Lazada untuk mendapatkan nomor pelacakan.

9. Pelanggan mengeluh tidak menerima barang, bagaimana cara menanganinya?

Pertama periksa apakah informasi pelacakan logistik menunjukkan tanda terima, jika dikonfirmasi hilang, hubungi penyedia logistik untuk klaim, sambil bernegosiasi dengan pelanggan untuk pengiriman ulang atau pengembalian dana. Simpan bukti selama proses penanganan.

10. Bagaimana cara meningkatkan efisiensi operasional?

Kurangi operasi berulang dengan alat otomatisasi, misalnya menggunakan SpeedSell untuk mengatur pengiriman otomatis, unggah nomor pelacakan secara batch, seragamkan skrip layanan pelanggan, dan fokus pada keputusan operasional.

Rekomendasi Alat

Bagi penjual multi-toko, inti manajemen logistik adalah keseragaman dan otomatisasi. SpeedSell, sebagai alat manajemen multi-toko e-commerce lintas batas profesional, mendukung manajemen simultan Shopee, Lazada, TikTok Shop, dll., menyediakan integrasi pesanan, layanan pelanggan cerdas, isolasi toko, dan fitur lainnya. Dalam hal logistik, dapat mewujudkan:

  • Manajemen pesanan terpusat: Semua pesanan toko Lazada ditampilkan dalam satu daftar, diurutkan berdasarkan waktu pengiriman, cepat memfilter pesanan yang akan segera melebihi batas.
  • Cetak label dan unggah nomor pelacakan secara massal: Terintegrasi dengan banyak penyedia logistik, cetak label dengan satu klik dan kirimkan nomor pelacakan kembali ke platform secara otomatis.
  • Dasbor kinerja logistik: Merangkum indikator seperti waktu pengiriman, tingkat keterlambatan setiap toko, memudahkan perbandingan dan menemukan masalah.
  • Sinkronisasi stok: Saat banyak toko berbagi stok, sinkronkan data stok secara otomatis, hindari kelebihan penjualan yang menyebabkan pembatalan.

Pengguna yang tertarik dapat mengunduh klien untuk merasakan semua fitur.

Kesimpulan

Kebijakan logistik Lazada terus diperbarui, penjual multi-toko harus membangun mekanisme inspeksi harian yang terstandarisasi, berfokus pada ketepatan waktu pengiriman, unggah nomor pelacakan, dan status stok. Integrasikan kepatuhan logistik ke dalam SOP operasi harian, gabungkan dengan alat otomatisasi untuk mengurangi kesalahan manusia, agar dapat mempertahankan kinerja toko secara berkelanjutan dan mendapatkan keunggulan dalam persaingan.

Tautan Terkait

Untuk Siapa

Konten ini ditujukan untuk tim ecommerce yang mengelola banyak toko Shopee, Lazada, TikTok Shop, atau kanal lintas negara lainnya.

Langkah Utama

Tentukan masalah operasional, periksa status toko, batas akun, konfigurasi jaringan, dan alur kerja tim, lalu standarkan proses berulang di SpeedSell.

Pertanyaan Umum

Siapa yang sebaiknya membaca artikel ini?

Tim ecommerce lintas negara yang ingin meningkatkan manajemen multi-toko, isolasi profil, kolaborasi layanan pelanggan, dan operasional harian.

Memuat halaman